Cara Mencegah Bunuh Diri: Kenali 4 Langkah Pertolongan Awal yang Tepat

Trigger warning: Artikel ini membahas topik sensitif terkait bunuh diri. Jika Anda sedang berada dalam kondisi krisis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, pertimbangkan untuk segera mencari bantuan profesional. 

Apa yang akan Anda lakukan ketika seorang teman, pasangan, anggota keluarga, atau rekan kerja mengatakan bahwa ia ingin bunuh diri? Wajar jika kita merasa bingung, panik, bahkan tiba-tiba tidak tahu harus mengatakan apa. Namun, ketika seseorang berani mengungkapkan apa yang sedang dialaminya, hal tersebut merupakan momen yang krusial. Cara orang di sekitarnya merespons dapat memengaruhi apakah ia merasa lebih terhubung dan bersedia mencari bantuan, atau justru semakin menutup diri. 

Respons yang suportif dapat membantu seseorang merasa didengar dan lebih terbuka untuk mencari pertolongan ketika membutuhkannya. Karena itu, memahami cara mengenali tanda-tanda risiko bunuh diri dan meresponsnya dengan tepat menjadi bagian penting dari cara mencegah bunuh diri. Artikel ini akan membahas beberapa hal yang dapat dilakukan, sekaligus respons yang sebaiknya dihindari ketika seseorang mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri. 

Apa yang Dimaksud dengan Mencegah Bunuh Diri? 

Mencegah bunuh diri mencakup berbagai upaya untuk mengurangi risiko dan membantu seseorang tetap aman. Hal ini dapat dilakukan dengan mengenali tanda-tanda bahwa seseorang sedang berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan, memberikan dukungan yang sesuai, serta membantu mereka mendapatkan pertolongan yang tepat? ketika dibutuhkan. Karena itu, peran dalam mencegah bunuh diri tidak hanya berada di tangan tenaga kesehatan. Orang terdekat dapat membantu dengan merespons secara tenang, memperhatikan tanda-tanda risiko, hingga membantu menghubungkan orang tersebut dengan dukungan yang dibutuhkan. 

Pertolongan awal bukan berarti mengambil alih masalah atau mencoba menangani kondisi tersebut sendirian. Orang terdekat dapat membantu dengan mendengarkan tanpa menghakimi, memberi ruang bagi orang tersebut untuk menyampaikan apa yang sedang dialaminya, serta membantu memastikan ia tidak menghadapi situasi berisiko seorang diri. Ketika dibutuhkan, orang terdekat juga dapat membantu menghubungkannya dengan keluarga, orang yang dipercaya, atau tenaga profesional. 

Tanda-Tanda Seseorang Mungkin Berisiko Bunuh Diri 

Tidak semua orang yang sedang mengalami tekanan akan menunjukkan tanda yang sama. Tanda-tanda tersebut sebaiknya dipandang sebagai alasan untuk memberikan perhatian dan mencari tahu kondisi orang tersebut lebih lanjut. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:  

  • Mengancam untuk menyakiti atau membunuh diri sendiri.  
  • Mencari cara untuk membunuh diri, termasuk mencari akses terhadap sarana tertentu atau menanyakan informasi tentang metode bunuh diri.  
  • Membicarakan atau menulis tentang kematian atau bunuh diri, termasuk membuat lelucon yang tidak biasa mengenai topik tersebut atau meninggalkan catatan, puisi, maupun surat terkait bunuh diri.  
  • Mengungkapkan perasaan tidak memiliki harapan atau merasa tidak ada jalan keluar dari situasi yang sedang dihadapi.  
  • Merasa dirinya menjadi beban bagi orang lain, termasuk mengungkapkan perasaan bersalah atau malu dan mengatakan bahwa orang lain akan lebih baik tanpa dirinya. 

Tanda-tanda tersebut bukan alat untuk memastikan bahwa seseorang akan melakukan bunuh diri. Namun, jika ada sesuatu yang membuat Anda khawatir, jangan menunggu sampai kondisinya terlihat semakin parah untuk mulai membuka percakapan. 

Bagaimana Cara Mencegah Bunuh Diri? 

Ketika seseorang mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri, yang terpenting adalah bagaimana kita merespons. Respons yang tepat dapat membantu seseorang merasa lebih aman untuk berbicara sekaligus membuka jalan menuju bantuan yang dibutuhkan. Berikut empat hal yang dapat dilakukan, sekaligus respons yang sebaiknya dihindari. 

  • Dengarkan Tanpa Menghakimi 

Lakukan: Ketika seseorang mulai bercerita tentang keinginan untuk bunuh diri, berikan ruang agar ia dapat menyampaikan apa yang sedang dialaminya. Dengarkan dengan tenang, tunjukkan bahwa Anda berusaha memahami, dan gunakan pertanyaan terbuka agar ia dapat menjelaskan perasaan atau pikirannya dengan caranya sendiri. Anda tidak perlu langsung mencari solusi atau merasa harus menemukan kalimat yang sempurna. Respons sederhana yang tenang dan empatik dapat membantu seseorang merasa dipahami dan lebih aman untuk terus berbicara. 

Hindari: Mengecilkan masalah, mengabaikan cerita, atau langsung menyalahkan dan mempermalukan orang tersebut. Hindari pula membandingkan masalahnya dengan masalah orang lain atau membuatnya merasa bersalah karena memiliki keinginan untuk bunuh diri. Respons seperti ini dapat menambah beban emosional dan membuat seseorang semakin enggan terbuka. 

  • Berani Bertanya Secara Langsung 

Lakukan: Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda yang membuat Anda khawatir, tanyakan secara langsung dan tenang apakah ia sedang memiliki pikiran untuk bunuh diri. Pertanyaan tersebut dapat membuka kesempatan bagi orang tersebut untuk menceritakan apa yang sedang dialaminya dan membantu Anda memahami situasinya. Berbicara secara langsung tentang bunuh diri bukan berarti Anda akan menanamkan atau meningkatkan keinginan tersebut. 

Hindari: Memendam pembicaraan tentang bunuh diri karena khawatir pertanyaan tersebut justru akan membuat seseorang memiliki pikiran untuk bunuh diri. Membuka percakapan juga bukan berarti Anda harus mengetahui semua jawabannya. Jika seseorang mengungkapkan bahwa ia memang memiliki pikiran untuk bunuh diri, dengarkan responsnya dengan tenang dan lanjutkan dengan membantu mencari dukungan yang sesuai. 

  • Bantu Mencari Pertolongan yang Sesuai 

Lakukan: Tawarkan untuk membantu menghubungi orang yang dipercaya atau mencari layanan profesional yang sesuai, dan jika ia bersedia, temani saat mengakses bantuan tersebut. Untuk dukungan psikologis awal, Anda dapat menghubungi Healing119.id melalui 119 ekstensi 8 atau menggunakan layanan chat WhatsApp. Jika keselamatannya tidak dapat dipastikan atau situasinya sudah menjadi kegawatdaruratan, segera hubungi 119 untuk mendapatkan bantuan medis. 

Hindari: Merasa harus menyelesaikan masalah tersebut sendiri atau memberikan saran yang berada di luar kapasitas Anda. Ketika seseorang sedang dalam krisis, Anda tidak perlu memiliki semua jawaban atau menentukan sendiri apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalahnya. Hindari pula memberikan janji bahwa Anda akan merahasiakan keinginannya untuk bunuh diri dari orang lain. Sebisa mungkin, beri tahu orang tersebut siapa yang akan dihubungi dan ajak ia menentukan bersama siapa yang perlu mengetahui kondisinya. 

Utamakan Keselamatan Ketika Risikonya Tinggi 

Lakukan: Ketika seseorang memiliki pikiran bunuh diri yang disertai rencana atau memiliki akses terhadap sarana untuk menjalankan rencana tersebut, keselamatan perlu menjadi prioritas. Bantu orang tersebut mendapatkan pertolongan profesional sesegera mungkin dan, bila diperlukan, hubungi layanan yang dapat memberikan bantuan darurat. Jika keselamatannya belum dapat dipastikan, tetap dampingi orang tersebut dan segera hubungi 119 atau bawa ke fasilitas kesehatan terdekat yang dapat menangani kegawatdaruratan. 

Hindari: Menganggap situasi sudah aman hanya karena orang tersebut terlihat lebih tenang, mengatakan bahwa ia tidak akan melakukannya, atau belum memiliki rencana bunuh diri yang jelas. Jika kekhawatiran terhadap keselamatannya tetap ada, jangan menanganinya sendirian dan segera libatkan bantuan profesional. 

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional untuk Mencegah Bunuh Diri? 

Menjadi orang terdekat bukan berarti Anda harus mampu menangani pikiran bunuh diri sendirian. Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika pikiran untuk bunuh diri terus muncul, dukungan dari orang sekitar terasa tidak lagi cukup, atau Anda kesulitan mengetahui langkah berikutnya. Mencari bantuan juga tidak harus menunggu sampai situasinya menjadi darurat. Kita mungkin tidak selalu tahu kalimat yang sempurna ketika seseorang sedang berada dalam kondisi seperti ini. Namun, memilih untuk tetap hadir, tidak menghakimi, dan membantu mencari pertolongan dapat menjadi langkah awal yang berarti.  

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mendampingi teman, pasangan, atau anggota keluarga yang sedang menghadapi kondisi tersebut dan situasinya bukan keadaan darurat, LPTUI menyediakan layanan konsultasi dengan psikolog profesional yang dapat membantu dan memberikan arahan yang sesuai. Hubungi kami melalui WhatsApp atau lengkapi formulir pendaftaran untuk menjadwalkan sesi. 

Referensi: 

Setiyawati, D., Jatmika, W. N., Puspakesuma, N., Retnowati, S., & Colucci, E. (2022). Suicide first aid guidelines for Indonesia: A Delphi consensus study. Journal of Mental Health, 31(3), 410-431. 

Sullivan, S. R., Meneses, I., Mañanà, J., Ford, J. S., Waseem, M., & Miranda, R. (2026). Helping or Hurting? A Qualitative Exploration of Adolescents’ Perceptions of Responses to Their Suicide-Related Disclosure. Archives of Suicide Research, 1-17. 

Anda bisa membagikan artikel berikut kepada yang lain:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0

Keranjang Kamu Kosong

✖

Tidak ada produk di keranjang Anda.