Mindful Eating: Berada Pada Masa Sekarang Ketika Makan Mindful Eating: Berada Pada Masa Sekarang Ketika Makan

Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan makan adalah kegiatan yang dilakukan seseorang agar bisa mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi. Perilaku makan, selain untuk memberikan nutrisi, juga memiliki fungsi-fungsi lain, lho. Salah satu fungsi lain yang ada pada kegiatan makan adalah fungsi sosial. Sadarkah kamu, bahwa hampir sebagian besar acara sosial yang pernah hadiri melibatkan makanan dan acara makan bersama? Contohnya, pada acara kumpul keluarga, ulang tahun, hingga pernikahan. Menarik, bukan? Manusia sebagai makhluk sosial menggunakan makanan untuk fungsi sosialnya, seperti upaya untuk menjalin hubungan baru, mempererat hubungan yang telah ada, atau untuk menunjukkan tanda perhatian ke orang lain. Selain dari yang telah disebutkan, ternyata perilaku makan juga dapat menjadi cermin dari isi pikiran seseorang.
Mau karena kesibukan atau karena memiliki waktu luang, belakangan ini, kosong rasanya kalau makan tidak disambi dengan kegiatan lain. Memang, makan dapat terasa lebih menyenangkan ketika sambil menonton acara kesukaan. Akan tetapi, tidak menyenangkan juga apabila selama menonton ternyata kamu tanpa sadar telah menghabiskan satu bungkus besar makanan ringan. Tahukah kamu bahwa kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan sambil makan ini dianggap sebagai distraksi? Menurut sebuah studi, ketika seseorang terdistraksi saat makan, hal itu dapat membuat orang makan terlalu banyak atau yang dikenal dengan overeating. Tontonan, kerjaan, ataupun kegiatan lainnya disebut sebagai distraksi karena mengambil perhatian kita dari rasa lapar sehingga orang itu tidak menyadari jumlah makanan yang masuk. Walaupun demikian, orang itu masih memiliki perhatian yang cukup untuk melakukan aktivitas makan. Mudahnya, ketika terdistraksi orang akan memiliki perhatian yang cukup untuk makan, tetapi tidak untuk menyadari makanan yang masuk. Makan ketika terdistraksi ini juga punya nama, yaitu mindless eating. Disebut mindless dengan arti dilakukan secara otomatis atau tanpa sadar.
Selain mindless eating, ada juga perilaku lain yang berkaitan dengan makan, yaitu emotional eating. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ada saja peristiwa yang tiba-tiba muncul dan membuat stres, seperti mendapatkan tambahan pekerjaan atau tugas, deadline yang tiba-tiba dimajukan, penolakan, atau peristiwa lainnya. Pernahkah kamu melalui situasi yang membuat stres seperti yang telah dicontohkan dan hal yang dapat membuat diri merasa lebih baik adalah memakan makanan yang manis-manis? Ketika seseorang mencoba untuk mencari ketenangan dari rasa stres yang dirasakan melalui makan, fenomena itu dikenal dengan nama emotional eating. Emotional eating dapat diartikan sebagai kecenderungan seseorang untuk makan secara berlebih atau overeating sebagai respons atau reaksi dari munculnya emosi negatif. Jadi, orang itu akan menggunakan makanan untuk membuat dirinya merasa lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa emotional eating, jika dilakukan secara berlebihan dan berkelanjutan, memiliki beberapa dampak yang sering dikaitkan dengan kesehatan fisik dan mental. Menurut salah satu studi tentang emotional eating, sangat mungkin ketika perilaku makan digunakan untuk menghadapi emosi negatif, lama-lama akan berubah menjadi kebiasaan dan dapat berujung pada obesitas.
Lalu, harus bagaimana? Mari mulai kebiasaan baru melalui berkenalan dengan mindful eating! Apa itu mindful eating? Sebelum mulai membahas tentang mindful eating, mari mulai dengan membahas tentang mindfulness itu sendiri. ataupun menilai apapun yang timbul.
Mindfulness adalah kondisi ketika seseorang menyadari keadaan internal atau pikirannya dan menyadari kondisi di sekitarnya. Lalu, bagaimana caranya untuk menjadi mindful? Secara garis besar, menurut American Psychological Association, mindfulness dilakukan dengan mengobservasi pikiran, emosi, dan peristiwa lain yang timbul tanpa memberikan reaksi ataupun penilaian. Juga dengan menyadari sensasi fisik yang dirasakan, persepsi, kondisi emosi, pikiran, hingga imajinasi yang timbul. Oleh karena itu, poin penting dari mempraktekkan mindfulness ada pada menyadari, bukan bereaksi. Dalam mempraktekannya, perhatian kita arahkan kepada isi pikiran tanpa memikirkannya, membandingkannya,
Lalu, kenapa harus mindful? Mempraktekkan mindfulness dapat membawa beberapa dampak positif dalam hidup manusia. Contohnya adalah memperbaiki pengendalian emosi dan melatih pengendalian emosi yang efektif, mengurangi reaksi otomatis terhadap isi pikiran, dan menjadi lebih fleksibel dalam cara berpikir. Mindfulness juga sering dikaitkan dengan efek positif psikologis, seperti peningkatan well-being atau kesejahteraan subjektif dan peningkatan regulasi perilaku. Selain itu, mempraktekkan mindfulness dapat membantu seseorang untuk menghindari perilaku dan kebiasaan yang sudah otomatis atau yang bisa bersifat merusak, misalnya emotional eating.
Mindfulness mungkin lebih sering terdengar ketika membicarakan penanganan masalah psikologis dalam bentuk terapi, seperti mindfulness-based cognitive therapy (MBCT), mindfulness-based stress reduction (MBSR), atau meditasi mindfulness. Akan tetapi, mindfulness juga dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meringankan tekanan emosional. Bahkan, mindfulness juga dapat dipraktekkan ketika makan atau yang dikenal dengan mindful eating.
Mindful eating adalah penerimaan sensasi fisik (rasa lapar dan kenyang) dan emosional (misal, stres atau rasa bosan) tanpa penilaian ketika sedang makan atau berada di lingkungan di mana kegiatan makan terjadi untuk menikmati makan. Bagaimana cara melakukan mindful eating? Penting untuk diketahui sebelumnya, bahwa tidak ada satu cara yang baku untuk mempraktekkan mindful eating. Namun, umumnya, mindful eating dilakukan dengan:
- Menyadari tanda-tanda ketika tubuh merasa lapar dan kenyang dan mengikutinya untuk membuat keputusan tentang kapan, apa, dan seberapa banyak makanan yang dimakan.
- Memilih makanan yang bernutrisi dan enak.
- Menyadari keseluruhan dari makanan yang dikonsumsi, seperti dari mana makanan berasal, bagaimana makanan dimasak, dan siapa yang memasaknya.
- Tidak terburu-buru ketika makan. Dengan makan secara perlahan, kita bisa menyadari ketika sudah merasa kenyang
- Tidak melakukan aktivitas lain ketika makan, misalnya tidak makan sambil bekerja, berkendara, atau menonton acara.
- Menggunakan seluruh indera ketika makan dan menyadari penampilan, rasa, bau, dan tekstur dari makanan.
- Merespons tanpa penilaian terhadap makanan.
- Menyadari sensasi yang dirasakan ketika makan dan setelah menyelesaikan makan.
- Menyampaikan rasa syukur untuk makanan

Makanan bukanlah musuh ataupun hal yang jahat, melainkan sebuah sumber tenaga dan nutrisi yang membantu manusia menjalani hari. Semua makanan boleh untuk dikonsumsi selama tetap mindful ketika memakannya. Walaupun dapat digunakan sebagai salah satu metode yang membantu mengubah perilaku emotional eating, mindful eating juga dapat diterapkan sebagai salah satu latihan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan melakukan mindful eating, kita dapat melatih kemampuan untuk menyadari dan menerima pikiran dan emosi yang timbul ketika makan tanpa diberikan penilaian, serta melatih cara menyadari perbedaan rasa lapar fisik dan emosional. Dengan menjadi mindful, kita juga dapat menghindari overeating karena menyadari tanda-tanda ketika sudah kenyang yang dikirimkan oleh tubuh. Walaupun makan sambil menonton acara itu menyenangkan, makan secara sadar bisa membuat proses makan menjadi lebih nikmat serta membuat kita lebih menghargai makanan yang dimakan. Selain itu, mindful eating juga dapat digunakan sebagai strategi untuk membentuk kebiasaan makan yang lebih baik atau untuk membiasakan diri makan dengan distraksi minim. Mindful eating mendorong individu untuk membuat keputusan makanan yang mengenyangkan dan bergizi untuk tubuh dan memutus kebiasaan untuk menilai buruk perilaku makan seseorang sebagaimana ada banyak tipe cara untuk makan. Selain membuat makan terasa lebih nikmat, mempraktekkan mindfulness ketika makan juga mendorong pembuatan pilihan makanan yang lebih sehat dan mendukung terbentuknya body image yang sehat.
Ditulis oleh Vrasyadianti Widhy.