Bayangkan Anda datang ke kantor, melihat meja-meja dipenuhi oleh orang, dengan berbagai notifikasi berbunyi. Namun, ada kehampaan di dalam hati Anda. Tidak bertukar kabar, tidak pula bertegur sapa. Pernahkah Anda merasa demikian? Atau bertanya-tanya mengapa rasa kesepian itu bisa muncul di tengah keramaian kantor?
Rasa kesepian di tempat kerja, atau dikenal juga sebagai workplace loneliness, adalah kondisi yang seringkali di alami oleh individu, tetapi jarang disadari karena kontradiksi di dalamnya: rasa sepi di tengah keramaian. Karena kontradiksi tersebut, tidak banyak individu mengakui bahwa ia merasa kesepian di kantornya. Namun, rasa hampa yang muncul nyata adanya.
Simak artikel ini untuk mengetahui fenomena workplace loneliness berikut dengan faktor penyebab, akibat, hingga cara untuk mengatasinya.
Apa itu Workplace Loneliness?
Kesepian didefinisikan sebagai ketidakpuasan individu yang berasal dari kesenjangan antara kualitas hubungan yang ia harapkan dengan kualitas hubungan yang ia miliki (Bryan et al., 2023). Singkatnya, ketika relasi yang terjalin dengan orang lain tidak sesuai dengan harapannya, rasa kesepian dapat tumbuh.
Kesepian dapat dirasakan oleh siapapun dalam konteks apapun, termasuk di lingkungan kerja. Kesepian di tempat kerja, atau selanjutnya dikenal sebagai workplace loneliness adalah kondisi ketika individu menilai bahwa mereka tidak memiliki koneksi yang mendalam dengan orang-orang di lingkungan kerjanya (Wright & Silard, 2021).
Familiar? Tenang, Anda tidak sendiri.
Data dari Gallup’s State of the Global Workspace (2026) menunjukkan bahwa 1 dari 5 karyawan mengalami workplaec loneliness. Data ini merupakan kelanjutan dari angka yang didapatkan dari tahun 2024, bahwa sebanyak 20% karyawan di seluruh dunia mengaku kesepian. Angka yang tetap menunjukkan bahwa fenomena kesepian ini masih ada bersama kita.
Baca juga: Epidemi Kesepian: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Tapi, Kenapa Kita Bisa Kesepian di Tempat Kerja?
Meskipun dapat dipahami sebagai kesenjangan antara ekspektasi dan realita, rasa kesepian tumbuh dari hal yang lebih kompleks. Berikut adalah beberapa faktor yang umumnya menjadi penyebab munculnya workplace loneliness (Wright & Silard, 2021).
1. Perbedaan kebutuhan dan realita
Sama seperti definisi, perbedaan antara kualitas maupun jumlah hubungan yang Anda miliki dengan yang Anda harapkan dapat menjadi akar masalah kesepian. Permasalahannya bukan pada Anda maupun pada orang lain, melainkan pada kecocokan antara kebutuhan dengan apa yang ada di sekitar Anda.
2. Faktor individu
Faktor ini berkaitan dengan preferensi Anda dalam interaksi sosial. Karakter pribadi, gaya dalam bersosialisasi, kapasitas psikologis dalam membangun hubungan sosial, faktor-faktor ini juga mendasari terbentuknya kebutuhan dan ekspektasi Anda terhadap hubungan sosial.
3. Pengaruh emosional dan persepsi negatif
Ketika Anda merasakan adanya jarak dengan orang di sekitar, seperti teman kerja yang setiap hari Anda temui, hal tersebut berpotensi untuk membangun pikiran negatif mengenai hal tersebut. Akhirnya, pikiran negatif ini memancing emosi negatif, seperti marah dan sedih, yang juga memperkuat rasa kesepian.
4. Konteks sosial dan organisasi
Tidak hanya pada Anda, organisasi juga bisa menjadi penyebab munculnya kesepian. Faktor-faktor, seperti budaya yang kompetitif dan struktur hierarki yang memperbesar jarak antarkaryawan dapat memutuskan kesempatan Anda untuk menjalin relasi sosial yang dekat di lingkungan kerja.
5. Keterbatasan sumber daya psikologis dan sosial
Kurangnya sumber daya psikologis, seperti tenaga konselor, di tempat kerja juga dapat menghambat Anda untuk mendapatkan penanganan dalam mencegah workplace loneliness. Anda secara individu tidak tahu kepada siapa harus meminta pertolongan di kantor dan pihak kantor Anda tidak menyadari bahwa Anda membutuhkan pertolongan mengenai hal ini.
Lalu, Apa Yang Terjadi Ketika Kita Kesepian di Tempat Kerja?
Mungkin bagi beberapa orang, menjalin hubungan pertemanan yang lebih mendalam tidak terlalu penting. Namun, rasa kesepian di tempat kerja dapat memberikan dampak berkepanjangan bagi individu maupun organisasi.
Ketika individu merasa kesepian di tempat kerja, ia cenderung menarik diri dari lingkungan kerjanya dan menghindari hubungan dengan orang lain. Semakin lama kebutuhan sosialnya tidak terpenuh, semakin ia pun akan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis individu yang kemudian berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya (Pramadhani, 2024).
Sebagai karyawan, penurunan kesejahteraan dapat berhubungan dengan performa kerjanya, mulai dari menjadi pasif hingga menjadi agresif. Oleh karena itu, kesepian di tempat kerja tidak hanya merugikan individu tetapi juga mempertaruhkan kestabilan organisasi.
Jadi, Bagaimana Cara Mengatasi Kesepian di Tempat Kerja?
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai individu maupun organisasi dalam mengatasi workplace loneliness.
Dalam skala individu, Anda dapat menilai kembali kebutuhan dan ekspektasi Anda terhadap hubungan sosial menyesuaikan dengan kondisi di tempat kerja Anda. Penilaian ulang ini penting untuk mengubah persepsi dan emosi Anda terhadap situasi di lingkungan kerja. Dengan perubahan persepsi, Anda dapat memperkecil kesenjangan antara kebutuhan dan ekspektasi Anda sehingga Anda bisa lebih menerima dan menikmati relasi yang ada di tempat kerja Anda.
Dalam skala organisasi, organisasi dapat menyediakan pelatihan ataupun program pendampingan untuk membantu karyawan mengatasi permasalahan kerjanya. Organisasi juga dapat mengadakan kegiatan berbasis kelompok dengan pertemuan rutin untuk memperkuat komunikasi antarkaryawan. Aktivitas informal, seperti rekreasi dan acara sukarelawan juga dapat membantu karyawan untuk bersosialisasi (Sweeney, 2025).
Baca juga: Workplace Counselor: Rekan Kerja yang Tepercaya untuk Jadi Tempat Curhat
Pentingnya Mengatasi Workplace Loneliness
Workplace loneliness bukan sekadar perasaan tidak nyaman yang bisa diabaikan. Perasaan ini adalah kondisi nyata yang tumbuh diam-diam di tengah keramaian. Apabila dibiarkan, hal ini dapat berdampak buruk bagi individu maupun organisasi.
Oleh karena itu, rasa kesepian ini penting untuk disadari dan diatasi oleh individu maupun organisasi. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dalam bekerja, mengatasi rasa kesepian juga dapat meningkatkan stabilitas organisasi. Karena organisasi yang sehat tercipta dari karyawan yang saling terhubung.
LPTUI sebagai lembaga psikologi terapan menyediakan berbagai layanan yang dapat mendukung kesejahteraan karyawan, seperti Employee Assistance Program (EAP). Kunjungi website atau hubungi LPTUI melalui nomor WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Referensi:
- Bryan, B. T., Andrews, G., Thompson, K. N., Qualter, P., Matthews, T., & Arseneault, L. (2023). Loneliness in the workplace: A mixed-method systematic review and meta-analysis. Occupational Medicine, 73(9), 557–567. https://doi.org/10.1093/occmed/kqad138
- Gallup. (2026). State of the global workplace 2026. https://www.gallup.com/workplace/349484/state-of-the-global-workplace.aspx
- Pramadhani, N. C. (2024). Pengaruh loneliness di tempat kerja serta peran perceived organization support dan resilience terhadap psychological well-being di jabodetabek. Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia, 47(2), Article 1096. https://doi.org/10.7454/jmui.v47i2.1096
- Sweeney, E. (2025, June 21). Workplace loneliness: How to improve employee performance and company culture. U.S. Chamber of Commerce. https://www.uschamber.com/co/run/human-resources/combat-workplace-loneliness
- Wright, S., & Silard, A. (2021). Unravelling the antecedents of loneliness in the workplace. Human Relations, 74(7), 1060–1081. https://doi.org/10.1177/0018726720906013
